Posts Tagged With: gereja

Mengajar Kelas dengan Usia Campur

Dear Warrior,

Banyak pertanyaan kepada kami mengenai “bagaimana mengajar kelas Sekolah Minggu dengan usia anak bervariasi (campur dari segala usia)”. Untuk sekolah minggu yang jumlah anaknya banyak, biasanya dengan mudah kita membagi mereka ke dalam beberapa kategori, baik usia maupun kelas di sekolah. Namun sulit sekali membagi kelas jika jumlah anak-anak di sekolah minggu sangat  sedikit (kurang dari 20 orang). Apalagi jika guru yang mengajar jumlahnya terbatas.

Kami di Menara Ministries juga memiliki sebuah kelas dengan usia bervariasi (karena kami membina mereka dalam bentuk musik kelompok). Masalah yang sering dihadapi guru dalam kelas campuran adalah anak-anak besar yang merasa malu berada sekelas dengan anak-anak yang lebih kecil. Pada akhirnya mereka mengambil sikap tidak peduli atau bahkan mengacau.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika memiliki kelas Sekolah Minggu campuran:

Jadikan anak yang lebih besar sebagai partner Anda
Anda tidak perlu mengistimewakan mereka berlebihan. Buatlah kelompok-kelompok kecil, dan jadikan anak-anak yang lebih besar sebagai ketua kelompok. Beri mereka tanggungjawab untuk menjadi teladan dan membantu Anda menertibkan adik-adik mereka yang lebih kecil. Buat mereka berkompetisi secara sehat di kelas (dengan kelompok lain yang juga dipimpin oleh anak-anak yang lebih besar)

Minta bantuan mereka untuk membaca Alkitab, atau menjadi contoh
Anak-anak yang lebih besar suka membaca keras. Ketika Anda membutuhkan seseorang untuk membaca Alkitab, minta anak-anak yang lebih besar membacanya. Ini juga akan memotivasi anak-anak yang lebih kecil untuk dapat membaca Alkitab keras ketika mereka sudah lebih besar.

Beri proyek khusus untuk anak yang lebih besar
Anda bisa memberi mereka tugas-tugas khusus seperti mempersiapkan ruangan, menyiapkan alat musik, membantu Anda dengan alat-alat peraga, dll.. Ini bisa membangkitkan kualitas kepemimpinan dalam diri mereka. Hanya saja yang perlu diperhatikan!! Jangan memberikan tugas yang membuat mereka melewatkan bagian terpenting dalam ibadah (seperti mengoperasikan multimedia, main musik, dll)

Gunakan materi interaktif
Agar semua anak bisa mengerti materi yang Anda sampaikan, perbanyak materi interaktif seperti menonton film, panggung boneka, role playing, dan materi-materi lain yang disukai anak – anak segala usia.

Pertimbangkan rentang waktu memperhatikan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa rentang perhatian anak adalah satu menit lebih lama dari usianya. Sebagai contoh, seorang anak berusia 5 tahun memiliki rentang perhatian (terus menerus) selama 6 menit saja. Rencanakan setiap materi dengan baik. Gunakan batasan anak termuda, namun bukan untuk menghentikan pelajaran, tapi mengambil jeda setiap beberapa menit.

Tetapkan aturan dan struktur liturgi yang jelas
Anak kelas kecil membutuhkan struktur acara yang jelas. Jangan membuat mereka bingung sehingga akhirnya mengacaukan jalannya kelas Sekolah Minggu Anda. Lakukan setiap tata cara ibadah dengan rutin : doa pembuka, ice breaker, pujian, firman, kelompok kecil,… atau tergantung gereja Anda. Ini akan sangat membantu Anda dalam peralihan dari satu acara ke acara lain.

 

Warrior,

Sama seperti guru sekolah, Anda juga adalah pahlawan yang bertugas mencerdaskan setiap anak yang Tuhan percayakan. Jangan melakukan setiap persiapan dengan sembarangan, khususnya jika Anda berada dalam kelas campuran. Rencanakan dengan matang setiap detik waktu mengajar Anda. Rencanakan dengan matang setiap kata yang akan Anda ucapkan.

Akhir kata, Tuhan memberkatimu, wahai Pahlawan yang Gagah Berani… Selamat melayani, Tuhan memberkati!

Categories: tips guru sekolah minggu | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Shaping the Arrow

Acara Training dan Workshop khusus Pembina Anak “Shaping the Arrow” sudah akan memasuki minggu ke tiga. Dalam ‘Shaping the Arrow” basic training ini, para pembina anak belajar mengenai

  1. Konsep dasar Pelayanan Anak
  2. Management Kelas dengan Gaya Belajar
  3. Panggung Boneka Interaktif
  4. Pujian dan Penyembahan dalam Ibadah Anak
  5. Teknik Vokal untuk Guru Sekolah Minggu
  6. Menyusun Program Sekolah MInggu yang DInamis

Enam materi tersebut memperlengkapi guru sekolah minggu (dan gereja) untuk memulai sebuah Sekolah Minggu yang efektif.

Shaping the Arrow akan dibuat bertahap selama tahun 2014 dengan materi yang berbeda-beda, semakin menarik dan tentu saja bermanfaat bagi para pembina anak.

Shaping the Arrow akan dibagi menjadi 4 tahap:

  1. Shafted Arrow – Bicara tentang bagaimana kita sebagai pembina mengenal anak-anak yang Tuhan percayakan pada kita
  2. Fletched Arrow – Bicara tentang pembinaan karakter di Sekolah Minggu
  3. Arrow Point – Bicara tentang bagaimana kita membantu anak mengenal tujuan hidupnya
  4. Nocked Arrow – Bicara tentang bagaimana menjalin hubungan dengan anak dan orangtua

Program detil dari “Shaping the Arrow 1 – IV”dapat Anda ketahui kemudian di web ini.

Untuk tetap menjalin kerjasama dan fellowship antar Guru Sekolah Minggu, kita akan tetap mengadakan Shaping the Arrow Basic Training 2 dan 3 di bulan Oktober dan November nanti.

Shaping the Arrow basic training II akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2013 dengan materi:

  1. SMART TEACHING oleh Yoanna Greissia, ST., MM
  2. CREATIVE TEACHING oleh Igrea Siswanto

Pendaftaran akan dibuka mulai 7 September 2013 di counter Menara MInistries pada pertemuan terakhir “Shaping the Arrow” Basic training.

Categories: Event | Tags: , , , , , | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 492 other followers