Tentang Kemurahan Hati

Dalam bukunya Handyman of The Lord, William Borders menceritakan kisah tentang seorang kulit hitam yang karena melarat terpaksa mengemis untuk bisa makan. Waktu ia membunyikan  bel di sebuah rumah gedongan di negara bagian Selatan, ia diberitahu untuk pergi ke belakang, di mana ia akan diberikan sesuatu untuk makan. Pemilik rumah gedongan itu menjemputnya di teras belakang dan berkata, “Pertama-tama kita akan mendoakan makanan ini. Ikuti apa yang saya katakan,’Bapa kami yang di sorga…'”

Laki-laki yang lapar itu menjawab, “Bapa Anda yang di sorga…”

“Bukan,” pemilik rumah itu meralat. “Bapa kami yang di sorga…”

Masih saja si pengemis it mengatakan, “Bapa Anda yang di sorga…”

Karena frustrasi, si pemberi makan itu menanyakan, “Mengapa kamu bersikeras mengatakan ‘Bapa Anda’ sedangkan aku memberitahu kamu untuk mengatakan ‘Bapa kami’?”

Laki-laki itu menjawab, “Jika saya mengatakan ‘Bapa kami’ maka itu akan menjadikan Anda dan saya saudara, dan saya khawatir bahwa Tuhan tidak akan menyukainya, Anda meminta saudara Anda jalan ke beranda belakang hanya untuk mendapat sepotong roti.”

**King Duncan,Lively Illustration for Effective Preaching (Knoxville, Tenn.:Seven World’s Publishing, 1987),61

Categories: renungan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: