Hithler

Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang telah menjadi orang benar

Roma 5:19

Sekitar tahun 1836 ada seorang wanita Jerman yang hidup sebagai pembantu di sebuah keluarga Yahudi. Wanita tersebut diperlakukan sangat buruk oleh keluarga Yahudi itu sampai dia hamil. Pada tahun 1837, lahirlah seorang anak yang diberi nama Alois Schicklgruber, mengikuti nama belakang ibunya. Pada saat itu, lahir tanpa ayah dan tidak memiliki nama ayah sebagai nama belakang merupakan hal yang sangat memalukan.

Alois selalu diejek, dikucilkan, dan diperlakukan dengan buruk oleh teman-temannya. Hal ini menjadikan Alois seorang yang sangat keras. Pada tahun 1876, ia mendirikan keluarganya sendiri dan mengklaim nama Hitler, sebagai nama keluarganya.

Sebagai seorang yang mengalami kekerasan di masa kecilnya, Alois mendidik anaknya, Adolf dengan sangat keras. Ia memukuli dan menghajar anaknya, walaupun Adolf hanya berbuat sedikit kesalahan saja. Bahkan suatu kali, ibunya lari dari rumah ketika Adolf sedang dipukuli karena takut Adolf akan tewas.

Suatu kali, Adolf memutuskan, dia tidak akan menangis lagi jika ayahnya memukulnya. Dia memutuskan untuk melawan ayahnya dengan menjadi anak yang sangat malas. Sejak SD kelas 1 sampai kelas 5, Adolf adalah anak yang cemerlang di sekolahnya. Namun sejak kelas 6, sejak dia memutuskan untuk membalas ayahnya, prestasinya terus menurun. Berkali-kali tidak naik, bahkan hingga dewasa, 2 kali tidak diterima di sekolah seni. Hingga dia memutuskan untuk masuk militer.

Anda tahu kelanjutan dari cerita ini. Adolf Hitler, masuk militer, menyelidiki bahwa penderitaannya karena keluarga Yahudi, dan mulai melakukan pembantaian terhadap orang Yahudi.

Hanya karena satu orang, dunia bisa hancur berantakan. Karena satu orang Yahudi yang menyakiti seorang wanita Jerman, lahirlah seorang anak yang dilahirkan dalam kepahitan. Karena satu anak kecil yang mulai mengejek Alois, teman-teman yang lain ikut mengejek dan membentuk karakter kasar dari Alois Hitler. Karena satu orang,… Alois Hitler , yang membesarkan anaknya dengan keras, terbentuklah Adolf Hitler. Dan karena satu orang,.. Adolf Hitler… dunia hancur berantakan karena pembantaian yang keji.

Karena satu orang, dosa masuk ke dalam dunia. Tapi karena satu orang juga, dosa dunia dihapuskan.  

Setiap perbuatan kita memiliki dampak yang besar, baik bagi kita sendiri, maupun bagi sekeliling kita. Putuskan hari ini, pengikut siapakah kita? Pengikut dosa, atau Kristus? Apakah kita menjadi satu orang yang membawa dampak buruk, atau satu orang yang seperti Kristus, membawa dampak baik, membawa orang lain kepada kebenaran. Putuskan sekarang! (yg)

Categories: renungan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: