Tentang kemarahan

Toscanini (seorang maestro besar) terkenal karena karakternya yang pemarah. Karakter pemarahnya sangat luar biasa, sebagaimana musiknya yang luar biasa. Bila ada seorang anggota orkestranya bermain dengan buruk, ia dengan marah akan mengambil barang apa saja yang dapat diambilnya dan membantingnya ke lantai

Pada suatu ketika, saat latihan, seseorang salah memainkan sebuah nada mol. Hal tersebut mengakibatkan si maestro jenius merenggut arloji mahalnya dan membantingnya. Arloji tersebut menjadi hancur dan tak dapat diperbaiki lagi.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Toscanini menerima hadiah sebuah kotak beludru berwarna merah dari para pemusik setianya. Kotak itu berisi dua buah arloji, satu berupa arloji emas indah, yang lain arloji murahan. Pada bagian belakang arloji yang murahan terukir kata-kata, “Hanya untuk latihan”.

Categories: renungan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: