NERO

Siapa yang paling banyak dinamai Nero jaman sekarang? Ya!!! Binatang berkaki empat di rumah yang berbunyi wuff….Nero Nero Nero…

Kenapa sih nama Nero jarang dipakai untuk manusia? Padahal Nero nama yang tidak terlalu jelek. Kita semua pasti bisa menebak. Karena nama Nero pernah dipakai oleh seseorang yang terkenal kejam.

Pada tanggal 15 Desember 37 lahirlah seseorang yang dinamakan Lucius Domitius Ahenobarbus, yang kemudian dikenal juga dengan nama Nero Claudius Caesar Germanicus. Papanya bukanlah seorang Kaisar. Domitius diadopsi oleh pamannya Claudius untuk dipersiapkan sebagai penerus tahtanya.

Ia naik tahta pada tahun 54 karena kematian pamannya. Nero berkuasa dari tahun 54 sampai tahun 68, yang fokus lebih besar dengan diplomasi, perdagangan, dan meningkatkan budaya ibukota kekaisaran. Ia memerintahkan pembangunan teater dan permainan atletik. Kekuasaannya juga berhasil memenangkan perang dan berdamai dengan kekaisaran Parthian (58–63) dan menambah tali hubungan diplomasi dengan Yunani.

Wah, benar-benar prestasi yang membanggakan ya…Sampai di sini ia dapat dianggap sebagai orang yang berhasil. Lalu kenapa Nero selalu dikaitkan dengan suatu kejahatan?

Nero dijodohkan dengan seorang wanita bernama Octavia. Tapi Nero tidak menyukai Octavia, dia terlalu pemalu dan pendiam. Nero lebih menyukai Poppaea Sabina, istri Otho. Poppaea menantang Nero untuk meninggalkan Octavia dan menentang ibunya. Nero yang jatuh cinta setengah mati kepada Poppaea menerima tantangan itu.

Tahun 59, pada ulangtahunnya yang ke-21, Nero semakin yakin bahwa ia akan menjadi pewaris takhta Kekaisaran Romawi. Dengan dorongan Poppaea, Nero merencanakan akan membunuh ibunya, Agrippina di Teluk Naples.

Nero merencanakan agar perahu tempat Agrippina terbalik. Tapi Agrippina selamat. Ia berhasil berenang ke tepian. Parahnya, Agrippina tahu bahwa yang melakukan itu semua adalah anaknya. Agrippina memberikan pesan pada Nero, yang berisi dia baik-baik saja. Tanggapan Nero? Dia mengirim seorang pelaut untuk membunuh ibunya.

Pelaut itu memukul kepala Agrippina. Di tengah-tengah kesakitannya ibunya berkata pada pembunuhnya sambil menunjuk perutnya, “Di sini, tusuk di sini,..karena inilah tempat lahirnya Nero”. Agrippina kemudian dibunuh dengan brutal.

Tahun 1964, Setelah kematian ibunya dan istrinya, Nero menikahi Poppaea, seorang wanita berkarakter buruk. Pada masa itu, terjadi suatu kejadian yang tidak dapat dilupakan oleh Roma. Api yang besar membakar Roma. Dan banyak yang menduga bahwa Nero lah dalangnya.

Tidak hanya itu, Nero adalah kaisar yang mendalangi pembunuhan orang Kristen. Ketika dia melihat bahwa orang Kristen memiliki ibadah dan tidak dapat menyembah Kaisar, ia memutuskan untuk membunuh mereka, menyerahkan kepada binatang liar.

Nerolah yang mendalangin penyaliban terbaik Rasul Petrus dan pemenggalan Paulus.

Bagaimana akhir hidup Nero?

Pada tahun 68, kudeta militer menurunkan Nero. Ia akan menghadapi eksekusi, dan ia dilaporkan bunuh diri.Well, apa yang bisa kita pelajari dari Nero…any comment?

Categories: renungan | Tags: , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “NERO

  1. Hendra

    From Nero to Zero

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: