Mengajar anak tentang Tuhan

(from Greissia’s blog)

APA YANG HARUS KU JAWAB?

Aku berdiri di hadapan takhta itu
Di hadapanku berdiri Sang Maha Tinggi
Siap dengan pertanyaan-Nya

“Aku mempercayakan anak-anak itu di tanganmu
Apa yang sudah kau lakukan untuk mereka”

Aku terdiam,
Terus terang, aku guru sekolah minggu yang hebat
Anak-anak menyukaiku…

“Aku mendekor ruangan dengan sangat bagus,
Begitu banyak uang keluar untuk itu…
Aku menyiapkan sound system dan pencahayaan yang baik,
Aku menyiapkan alat musik dan lagu-lagu yang indah…”

Aku tersenyum puas,
Seolah aku melakukan semuanya dengan sangat baik…

“Itu saja?” Tanya-Nya, seolah tak puas..

“Eh, aku…tentu saja tidak” Jawabku,
“Aku menyiapkan permainan yang seru setiap minggu,
Aku membawakan cerita-cerita yang menarik,…”

“Apakah kau mengenal mereka?” Tanya-Nya
Menyentakkanku dari rasa banggaku..

“Tentu saja…aku mengetahui nama mereka satu persatu” Jawabku, masih merasa bangga

“Apakah kau mengenal mereka? Masalah mereka?” Tanya-Nya lagi

Aku terdiam…Mengingat-ingat
Aku ingat Willy sangat murung, tapi aku tak pernah bertanya mengapa
Aku ingat Lili pernah ingin bercerita, tapi aku sangat sibuk dengan absen, dan pekerjaanku

“Tapi aku membuat mereka senang setiap minggu kan?” Jawabku membela diri

“Apakah kau membawa mereka kepada-Ku” dengan nada rendah Dia bertanya

“Aku mengadakan acara Natal yang hebat kok…ratusan juta dikeluarkan untuk itu
Kau tentu tau kan? Dekorasinya benar-benar bagus. Bukankah kami berdoa untuk itu?
Kami juga mendesain ruangan kami dengan sangat indah, Kau dapat melihatnya kan?”

“Mereka suka bertemu denganku” jawabku
“Apakah mereka suka bertemu dengan-Ku?” tanya-Nya

“Mereka suka kok datang ke sekolah minggu” jawabku
“Apakah mereka suka datang ke hadirat-Ku?” tanya-Nya lagi

“Mereka melakukan perintahku” jawabku
“Apakah mereka melakukan kehendak-Ku” tanya-Nya

“Aku mempercayakan mereka ke tanganmu..
Apakah mereka sudah mengenal-Ku?
Sampai saat ini, aku belum menemukan nama mereka di Buku Kehidupan”

Aku terdiam tak tahu harus jawab apa…
Mengapa segalanya jadi terasa sia-sia
Apakah aku memperjuangkan sesuatu yang salah?

Ah, seandainya waktu bisa diulang…

Ada perbedaan antara “mengajar anak tentang Tuhan” dengan “mengajar anak untuk mengenal Tuhan”. Sebuah konsep ‘tahu’ dan ‘kenal’ yang sudah lama dibicarakan oleh kita, pengajar.

Memastikan anak-anak kita datang ke sekolah minggu seminggu sekali tidak menjamin bahwa mereka mengenal Tuhan. Padahal, ‘membuat mereka mengenal Tuhan’ adalah misi utama kita sebagai guru sekolah minggu. Kesalahan terbesar kita sebagai guru sekolah minggu adalah lupa tujuan utama kita sebagai pembina anak. Tujuan kita perlahan-lahan bergeser,… dari “mengenalkan Tuhan pada anak” menjadi “memastikan anak datang ke sekolah minggu”.

Untuk memastikan mereka datang setiap minggu ke Sekolah Minggu kita kemudian sibuk dengan kupon, sticker, dan hadiah. Guru Sekolah Minggu menghabiskan waktunya mengguntingi kupon atau menyiapkan hadiah yang dapat ditukar dengan kupon kehadiran tersebut. Saking sibuknya sampai lupa tujuan semula: mengenalkan Kristus kepada anak. Hadiah dipikirkan, sementara kurikulum dilupakan!

Konsep ‘Tuhan’ merupakan konsep utama yang harus didahulukan di Sekolah Minggu, dilanjutkan mengenai ‘mengenal Tuhan dalam kehidupan sehari-hari’. Mulai Senin besok saya akan mengajak kita semua, para Guru Sekolah Minggu untuk belajar membuat sebuah kurikulum yang akan memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak kita.

Hari ini, cukuplah renungkan doa di atas… Apakah kita mengajak anak kepada Tuhan, atau sekedar datang ke Sekolah Minggu…

Categories: sekolah minggu | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: