Memperkenalkan Tuhan pada anak

Sejak kapan anak perlu diajarkan konsep Tuhan dan diperkenalkan kepada Tuhan?

Hal pertama yang harus diingat ketika kita akan mengenalkan Tuhan pada anak adalah memperkenalkan mereka mengenai konsep TUHAN. Dalam Alkitab kita melihat beberapa wanita yang memiliki waktu sangat singkat bersama dengan anak-anak mereka, namun mereka menyadari bahwa jika sejak dini anak-anak mereka tidak diperkenalkan pada Tuhan yang benar, maka mereka dapat terhilang.

Wanita yang pertama adalah Ibu Musa. Musa lahir pada saat Firaun benci setengah mati pada orang Israel yang jumlahnya semakin lama semakin banyak. Dalam masa-masa krisis tersebut, Ibu Musa mendapat perlindungan Tuhan melalui dua orang bidan yang takut kepada Tuhannya orang Israel. Musa diselamatkan dalam sebuah keranjang yang dihanyutkan ke air.

Tak lama kemudian Musa ditemukan oleh Putri Firaun yang rupanya mendambakan seorang anak. Jatuh cinta pada bayi Israel yang sehat ini, menamainya Musa dan kemudian mencari seorang ibu untuk menyusuinya. Tuhan akhirnya mempertemukan Musa kembali dengan ibunya, yang walau tidak memberinya nama, namun memberinya pengetahuan tentang asal usulnya, dan tentu saja YAHWEH yang hidup, Tuhannya orang Israel.

Singkat sekali waktu yang dimiliki oleh Ibu Musa. Masa-masa menyusui, memandikan dan mengasuh bayinya merupakan masa-masa singkat yang sangat berharga untuknya. Mungkin karena menyadari kalau waktunya singkat, maka Ibu Musa menghargai setiap waktu yang ia miliki bersama dengan anaknya.

Walau tak pernah diceritakan dalam Alkitab bahwa Musa beribadah selama masa-masa ia di Mesir, tapi kita tahu bahwa Musa mengetahui asal-usulnya dan mengenal Tuhan Israel dengan baik… Siapa lagi jika bukan ibunya yang mengajarinya?

Wanita kedua adalah Hana, Ibu dari Samuel. Janjinya pada Tuhan merupakan sebuah hutang yang harus ia tepati. Ia hanya memiliki sedikit waktu untuk mendidik anaknya sebelum menyerahkannya kepada Tuhan di Silo. Hana mengerti benar bahwa ia harus mempersembahkan / memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Karenanya ia benar-benar mempersiapkan anaknya dengan baik, memperkenalkannya kepada Tuhan dan menyerahkan kepada Eli sebagai anak yang taat dan takut akan Tuhan.

Jadi, sejak kapan anak harus diperkenalkan kepada Tuhan?

Tentu saja jawabannya sedini mungkin, sejak Anda bisa berkomunikasi dengan mereka, bukan hanya komunikasi verbal, namun juga nonverbal.

Ini akan membawa kita pada pertanyaan berikutnya…:

Bagaimana kita memperkenalkan anak kepada Tuhan sejak dini?

Saya akan mendahuluinya dengan ayat-ayat dari Ulangan 6 ini:

6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Hal pertama yang harus kita perhatikan (baik sebagai orangtua maupun guru sekolah minggu) ketika mengajarkan konsep Tuhan adalah mengajarkan nama-Nya dan ke-ESA-annya. Dalam terjemahan sebenarnya untuk ayat 4 disebutkan : YAHWEH itu Tuhan kita, YAHWEH itu esa (silahkan lihat bagian kamus Alkitab mengenai penggantian nama YAHWEH dengan TUHAN). Kenalkan nama Tuhan kepada anak-anak kita. Ada banyak orang menyembah satu Tuhan. Tapi menyembah satu Tuhan belum tentu menyembah Tuhan yang benar.

Kenalkan nama TUHAN pada anak-anak Anda. Jika Anda lebih nyaman menggunakan nama Yesus, kenalkan nama YESUS pada anak-anak Anda sebagai Tuhan yang Esa. Katakan kepada anak-anak bahwa mereka diciptakan oleh SATU TUHAN, bahwa dunia ini diciptakan oleh SATU TUHAN, bahwa yang harus ditaati melebihi apapun adalah SATU TUHAN.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah respon mereka terhadap TUHAN yang esa itu, yaitu “kasihilah TUHAN dengan segenap hatimu”. Tidak cukup hanya mengetahui nama-Nya, seorang anak harus diajar untuk mengasihi Tuhannya. Sebagian dari kita mungkin bertanya, apakah kasih bisa diajarkan? Ayat berikutnya menjelaskannya… Ya,…kasih kepada Tuhan merupakan sesuatu yang harus diajarkan BERULANG-ULANG.

Kata kuncinya hal ketiga yang akan kita bahas….MENGAJARNYA BERULANG-ULANG. Peribahasa mengatakan cinta tumbuh karena biasa. Seorang anak akan mengasihi Tuhan kalau ia terbiasa mendengar dan diajar untuk merasakan kasih Tuhan.Walau sulit, orangtua dan guru perlu mengajar sejak dini bahwa Tuhan mengasihi mereka dengan luar biasa. Seorang anak berusia dua tahun mungkin sudah dapat diajari bahwa manusia adalah mahluk yang banyak sekali salah, dan Tuhan tidak suka dengan kesalahan. Tuhan tidak suka kebohongan, Tuhan tidak suka keegoisan, Tuhan tidak suka iri hati. Tapi masalahnya, Tuhan menyukai dan mengasihi manusia. Itu sebabnya Ia sendiri yang dihukum supaya manusia bisa selamat dari hukuman akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya.

 Tidak hanya itu, mereka harus juga terbiasa untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ajarkan mereka bahwa Tuhan dapat mendengar setiap doa mereka, bahwa Tuhan rindu berhubungan intim dengan mereka. Ambil waktu untuk berdoa bersama mereka. Tunjukkan kepada mereka bagaimana caranya bicara dengan Tuhan.

Hal keempat adalah mengenai waktu. Kapan kita mengajar tentang Tuhan? Kita tidak selalu berada bersama anak-anak bukan? Ayat selanjutnya menjelaskan, ketika kita ada kesempatan bersama mereka: di perjalanan, saat sedang berbaring, saat engkau bangun… Hal yang lucu adalah, mudah sekali menerapkannya pada orangtua jaman sekarang, bukan? Saat kau sedang bersama anakmu ke sekolah atau pulang sekolah, saat kau akan mengantar mereka tidur, dan saat kau membangunkan mereka. Ingatkan mereka SENANTIASA mengenai NamaNya dan kebaikan-Nya sehingga anak-anak Anda dapat mengambil keputusan untuk mengasihi-Nya.

Hal kelima adalah mengikatkan pada tanda di tangan dan lambang di dahi. Hal paling penting namun paling sulit dari semuanya adalah menjadi teladan dalam apapun yang kita lakukan. Mereka, anak-anak atau murid-murid kita, haruslah melihat dengan mata kepala mereka bahwa apapun yang kita kerjakan dengan tangan, yang kita katakan, yang kita lakukan mencerminkan bahwa Anda mengenal dan mengasihi Tuhan. Anda menempatkan Tuhan sebagai yang utama, dan bahwa hukum-hukumNya adalah standar hidup Anda sehari-hari.

Hal keenam adalah menuliskan pada pintu rumah dan pintu gerbang… Melibatkan Tuhan dalam setiap rencana kita, menjadikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga (atau kepala gereja), menjadikan Tuhan yang pertama dilihat orang ketika ia memasuki rumah kita… dengan kata lain menjadikan takut akan Tuhan sebagai budaya, baik dalam rumah tangga maupun gereja.

Terdengar mudah bukan, mengenalkan Tuhan kepada anak-anak kita:

  1. Mengenalkan Nama-Nya dan sifatNya
  2. Mengajar mereka untuk mengasihi Tuhan
  3. Mengajarkan mereka berulang-ulang, menjadikan ini kebiasaan (bukan hanya dongeng satu kali cerita saja)
  4. Menggunakan tiap kesempatan untuk menceritakan mereka tentang Tuhan dan kasih-Nya agar mereka dapat mengenal dan mengasihi Tuhan
  5. Menjadi teladan
  6. Menjadikan Tuhan sebagai kepala

Ya, memang terdengar mudah… Saking mudahnya hingga seringkali kita menyepelekan dan mengabaikannya. Saudara, jika kita tidak melakukannya sekarag, anak-anak kita mungkin keburu besar dan mungkin ada orang lain mengajarkan apa yang salah pada mereka. Jika Anda orangtua, ini adalah tanggungjawab Anda… Jika Anda guru… Gunakan setiap kesempatan Anda bersama siswa yang Tuhan percayakan kepada Anda untuk memperkenalkan Kristus pada mereka!

Categories: Article | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: