Tips: Menolong anak yang suka berbohong

Berbohong adalah keahlian hampir semua orang. Bahkan anak kecil pun dapat berbohong, sebagian mengelak dari kesalahannya, sebagian membuat cerita versinya sendiri yang sebenarnya tidak terjadi. Seorang anak memiliki daya imajinasi, mereka yang kreatif memiliki daya imajinasi lebih tinggi.

Sebelum kita melompat ke bagaimana menolong anak yang suka berbohong, mari kita lihat dahulu, mengapa anak-anak biasanya berbohong. Dengan memahami hal ini, Saudara akan tertolong untuk melayani masalah yang sering kita temui ini.

Kenapa anak-anak berbohong?

  1. Mereka merasa tidak disukai, atau tidak dicintai. Berbohong mengenai prestasi atau apa yang mereka miliki membuat mereka sesaat merasa lebih baik. Hal yang perlu Anda ingat adalah,biasanya kebohongan jenis ini akan diulang-ulang. Hal ini bisa menimbulkan depresi pada anak ketika suatu saat mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki atau tidak mencapai apa yang mereka ceritakan atau katakan.
  2. Mereka berbohong untuk mendapatkan perhatian. Pernah suatu kali seorang anak berkata pada Guru Sekolah Minggunya “Mama saya terkena kanker” ketika ditanyai kenapa orangtuanya jarang datang ke Gereja. Setelah berdoa berminggu-minggu akhirnya Guru Sekolah Minggu tersebut memutuskan untuk menengok Ibu dari anak ini dan mendapati bahwa Si Ibu segar bugar dan sama sekali tidak sakit.
  3. Mereka berbohong untuk menghindari hukuman. Perilaku ini mungkin telah dilakukan oleh anak-anak dari sepanjang jaman (bahkan mungkin tidak hanya anak-anak). Tak seorang pun ingin membawa pulang rapor yang buruk atau memberitahu orang tua mereka bahwa mereka telah dihukum di sekolah.
  4. Anak-anak berbohong untuk menghindari tugas-tugas atau pekerjaan rumah.
  5. Bohong juga bisa dilakukan karena permasalahan yang lebih besar (contohnya anak-anak yang diperlakukan kasar di rumah).
  6. Anak-anak berbohong karena meniru orang dewasa, khususnya orang dewasa yang mereka hormati.

Jadi bagaimana kita dapat membantu mereka? Mencoba memberi label “kebohongan putih” atau “imajinasi anak” atau “storytelling” sama sekali tidak akan membantu. Kita harus dengan tegas mengatakan bahwa kebohongan adalah sesuatu yang salah.

Tips untuk membantu si pembohong kecil.

  1. Jadilah contoh yang baik. Selalu katakan apa yang benar walau menyakitkan. Ingat! Anak-anak selalu memperhatikan kita.
  2. Katakan dengan teratur pada mereka tentang “mengatakan yang sebenarnya”. Beri mereka contoh-contoh peristiwa dan minta mereka mengatakan apa yang akan mereka lakukan saat itu. Contoh, “apa yang akan kamu lakukan saat kamu dihukum di sekolah?” dst
  3. Ceritakan tentang evolusi kebohongan, bagaimana satu kebohongan bisa menimbulkan kebohongan lainnya, dan dampaknya pada orang lain dan diri mereka sendiri.
  4. Jangan terima alasan apapun tentang kebohongan. Cintai anak Anda tapi jika mereka berbohong mereka harus menanggung konsekuensinya.
  5. Anak-anak berbohong supaya Anda tetap menyayangi mereka. Katakan pada mereka bahwa Anda mengasihinya apa adanya tanpa mereka harus berbohong. Buat aturan bersama dengan mereka mengenai “apa yang akan mereka dapatkan jika mereka berbohong”
  6. Jangan buru-buru menghukum ketika mendapati mereka berbohong. Tanyakan pada mereka, mengapa mereka berbohong dan katakan bahwa Anda mengasihinya tanpa mereka perlu berbohong.
  7. Puji ketika mereka mengatakan kebenaran, khususnya yang menyakitkan seperti nilai yang buruk atau ketika mereka mengaku telah merusakkan sesuatu.

Anak-anak atau siswa/i Anda ada yang suka berbohong? Pastikan mereka mengetahui bahwa Anda mengasihi mereka hingga ketika Anda terpaksa menghukum mereka itu karena Anda ingin mereka menjadi lebih baik.

Categories: Article, tips guru sekolah minggu | Tags: , , , , , | Leave a comment

Skema Panggung Boneka

Warrior,

Ini adalah skema panggung boneka sesuai dengan janji kami saat Shaping the Arrow kemarin… Silahkan download secara free…

Puppet Stage PVC 2 Puppet Stage PVC

Categories: Article, PSA Menara | Leave a comment

Memperkenalkan Tuhan pada anak

Sejak kapan anak perlu diajarkan konsep Tuhan dan diperkenalkan kepada Tuhan?

Hal pertama yang harus diingat ketika kita akan mengenalkan Tuhan pada anak adalah memperkenalkan mereka mengenai konsep TUHAN. Dalam Alkitab kita melihat beberapa wanita yang memiliki waktu sangat singkat bersama dengan anak-anak mereka, namun mereka menyadari bahwa jika sejak dini anak-anak mereka tidak diperkenalkan pada Tuhan yang benar, maka mereka dapat terhilang.

Wanita yang pertama adalah Ibu Musa. Musa lahir pada saat Firaun benci setengah mati pada orang Israel yang jumlahnya semakin lama semakin banyak. Dalam masa-masa krisis tersebut, Ibu Musa mendapat perlindungan Tuhan melalui dua orang bidan yang takut kepada Tuhannya orang Israel. Musa diselamatkan dalam sebuah keranjang yang dihanyutkan ke air.

Tak lama kemudian Musa ditemukan oleh Putri Firaun yang rupanya mendambakan seorang anak. Jatuh cinta pada bayi Israel yang sehat ini, menamainya Musa dan kemudian mencari seorang ibu untuk menyusuinya. Tuhan akhirnya mempertemukan Musa kembali dengan ibunya, yang walau tidak memberinya nama, namun memberinya pengetahuan tentang asal usulnya, dan tentu saja YAHWEH yang hidup, Tuhannya orang Israel.

Singkat sekali waktu yang dimiliki oleh Ibu Musa. Masa-masa menyusui, memandikan dan mengasuh bayinya merupakan masa-masa singkat yang sangat berharga untuknya. Mungkin karena menyadari kalau waktunya singkat, maka Ibu Musa menghargai setiap waktu yang ia miliki bersama dengan anaknya.

Walau tak pernah diceritakan dalam Alkitab bahwa Musa beribadah selama masa-masa ia di Mesir, tapi kita tahu bahwa Musa mengetahui asal-usulnya dan mengenal Tuhan Israel dengan baik… Siapa lagi jika bukan ibunya yang mengajarinya?

Wanita kedua adalah Hana, Ibu dari Samuel. Janjinya pada Tuhan merupakan sebuah hutang yang harus ia tepati. Ia hanya memiliki sedikit waktu untuk mendidik anaknya sebelum menyerahkannya kepada Tuhan di Silo. Hana mengerti benar bahwa ia harus mempersembahkan / memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Karenanya ia benar-benar mempersiapkan anaknya dengan baik, memperkenalkannya kepada Tuhan dan menyerahkan kepada Eli sebagai anak yang taat dan takut akan Tuhan.

Jadi, sejak kapan anak harus diperkenalkan kepada Tuhan?

Tentu saja jawabannya sedini mungkin, sejak Anda bisa berkomunikasi dengan mereka, bukan hanya komunikasi verbal, namun juga nonverbal.

Ini akan membawa kita pada pertanyaan berikutnya…:

Bagaimana kita memperkenalkan anak kepada Tuhan sejak dini?

Saya akan mendahuluinya dengan ayat-ayat dari Ulangan 6 ini:

6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Hal pertama yang harus kita perhatikan (baik sebagai orangtua maupun guru sekolah minggu) ketika mengajarkan konsep Tuhan adalah mengajarkan nama-Nya dan ke-ESA-annya. Dalam terjemahan sebenarnya untuk ayat 4 disebutkan : YAHWEH itu Tuhan kita, YAHWEH itu esa (silahkan lihat bagian kamus Alkitab mengenai penggantian nama YAHWEH dengan TUHAN). Kenalkan nama Tuhan kepada anak-anak kita. Ada banyak orang menyembah satu Tuhan. Tapi menyembah satu Tuhan belum tentu menyembah Tuhan yang benar.

Kenalkan nama TUHAN pada anak-anak Anda. Jika Anda lebih nyaman menggunakan nama Yesus, kenalkan nama YESUS pada anak-anak Anda sebagai Tuhan yang Esa. Katakan kepada anak-anak bahwa mereka diciptakan oleh SATU TUHAN, bahwa dunia ini diciptakan oleh SATU TUHAN, bahwa yang harus ditaati melebihi apapun adalah SATU TUHAN.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah respon mereka terhadap TUHAN yang esa itu, yaitu “kasihilah TUHAN dengan segenap hatimu”. Tidak cukup hanya mengetahui nama-Nya, seorang anak harus diajar untuk mengasihi Tuhannya. Sebagian dari kita mungkin bertanya, apakah kasih bisa diajarkan? Ayat berikutnya menjelaskannya… Ya,…kasih kepada Tuhan merupakan sesuatu yang harus diajarkan BERULANG-ULANG.

Kata kuncinya hal ketiga yang akan kita bahas….MENGAJARNYA BERULANG-ULANG. Peribahasa mengatakan cinta tumbuh karena biasa. Seorang anak akan mengasihi Tuhan kalau ia terbiasa mendengar dan diajar untuk merasakan kasih Tuhan.Walau sulit, orangtua dan guru perlu mengajar sejak dini bahwa Tuhan mengasihi mereka dengan luar biasa. Seorang anak berusia dua tahun mungkin sudah dapat diajari bahwa manusia adalah mahluk yang banyak sekali salah, dan Tuhan tidak suka dengan kesalahan. Tuhan tidak suka kebohongan, Tuhan tidak suka keegoisan, Tuhan tidak suka iri hati. Tapi masalahnya, Tuhan menyukai dan mengasihi manusia. Itu sebabnya Ia sendiri yang dihukum supaya manusia bisa selamat dari hukuman akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya.

 Tidak hanya itu, mereka harus juga terbiasa untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Ajarkan mereka bahwa Tuhan dapat mendengar setiap doa mereka, bahwa Tuhan rindu berhubungan intim dengan mereka. Ambil waktu untuk berdoa bersama mereka. Tunjukkan kepada mereka bagaimana caranya bicara dengan Tuhan.

Hal keempat adalah mengenai waktu. Kapan kita mengajar tentang Tuhan? Kita tidak selalu berada bersama anak-anak bukan? Ayat selanjutnya menjelaskan, ketika kita ada kesempatan bersama mereka: di perjalanan, saat sedang berbaring, saat engkau bangun… Hal yang lucu adalah, mudah sekali menerapkannya pada orangtua jaman sekarang, bukan? Saat kau sedang bersama anakmu ke sekolah atau pulang sekolah, saat kau akan mengantar mereka tidur, dan saat kau membangunkan mereka. Ingatkan mereka SENANTIASA mengenai NamaNya dan kebaikan-Nya sehingga anak-anak Anda dapat mengambil keputusan untuk mengasihi-Nya.

Hal kelima adalah mengikatkan pada tanda di tangan dan lambang di dahi. Hal paling penting namun paling sulit dari semuanya adalah menjadi teladan dalam apapun yang kita lakukan. Mereka, anak-anak atau murid-murid kita, haruslah melihat dengan mata kepala mereka bahwa apapun yang kita kerjakan dengan tangan, yang kita katakan, yang kita lakukan mencerminkan bahwa Anda mengenal dan mengasihi Tuhan. Anda menempatkan Tuhan sebagai yang utama, dan bahwa hukum-hukumNya adalah standar hidup Anda sehari-hari.

Hal keenam adalah menuliskan pada pintu rumah dan pintu gerbang… Melibatkan Tuhan dalam setiap rencana kita, menjadikan Tuhan sebagai kepala rumah tangga (atau kepala gereja), menjadikan Tuhan yang pertama dilihat orang ketika ia memasuki rumah kita… dengan kata lain menjadikan takut akan Tuhan sebagai budaya, baik dalam rumah tangga maupun gereja.

Terdengar mudah bukan, mengenalkan Tuhan kepada anak-anak kita:

  1. Mengenalkan Nama-Nya dan sifatNya
  2. Mengajar mereka untuk mengasihi Tuhan
  3. Mengajarkan mereka berulang-ulang, menjadikan ini kebiasaan (bukan hanya dongeng satu kali cerita saja)
  4. Menggunakan tiap kesempatan untuk menceritakan mereka tentang Tuhan dan kasih-Nya agar mereka dapat mengenal dan mengasihi Tuhan
  5. Menjadi teladan
  6. Menjadikan Tuhan sebagai kepala

Ya, memang terdengar mudah… Saking mudahnya hingga seringkali kita menyepelekan dan mengabaikannya. Saudara, jika kita tidak melakukannya sekarag, anak-anak kita mungkin keburu besar dan mungkin ada orang lain mengajarkan apa yang salah pada mereka. Jika Anda orangtua, ini adalah tanggungjawab Anda… Jika Anda guru… Gunakan setiap kesempatan Anda bersama siswa yang Tuhan percayakan kepada Anda untuk memperkenalkan Kristus pada mereka!

Categories: Article | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Mengajar anak tentang Tuhan

(from Greissia’s blog)

APA YANG HARUS KU JAWAB?

Aku berdiri di hadapan takhta itu
Di hadapanku berdiri Sang Maha Tinggi
Siap dengan pertanyaan-Nya

“Aku mempercayakan anak-anak itu di tanganmu
Apa yang sudah kau lakukan untuk mereka”

Aku terdiam,
Terus terang, aku guru sekolah minggu yang hebat
Anak-anak menyukaiku…

“Aku mendekor ruangan dengan sangat bagus,
Begitu banyak uang keluar untuk itu…
Aku menyiapkan sound system dan pencahayaan yang baik,
Aku menyiapkan alat musik dan lagu-lagu yang indah…”

Aku tersenyum puas,
Seolah aku melakukan semuanya dengan sangat baik…

“Itu saja?” Tanya-Nya, seolah tak puas..

“Eh, aku…tentu saja tidak” Jawabku,
“Aku menyiapkan permainan yang seru setiap minggu,
Aku membawakan cerita-cerita yang menarik,…”

“Apakah kau mengenal mereka?” Tanya-Nya
Menyentakkanku dari rasa banggaku..

“Tentu saja…aku mengetahui nama mereka satu persatu” Jawabku, masih merasa bangga

“Apakah kau mengenal mereka? Masalah mereka?” Tanya-Nya lagi

Aku terdiam…Mengingat-ingat
Aku ingat Willy sangat murung, tapi aku tak pernah bertanya mengapa
Aku ingat Lili pernah ingin bercerita, tapi aku sangat sibuk dengan absen, dan pekerjaanku

“Tapi aku membuat mereka senang setiap minggu kan?” Jawabku membela diri

“Apakah kau membawa mereka kepada-Ku” dengan nada rendah Dia bertanya

“Aku mengadakan acara Natal yang hebat kok…ratusan juta dikeluarkan untuk itu
Kau tentu tau kan? Dekorasinya benar-benar bagus. Bukankah kami berdoa untuk itu?
Kami juga mendesain ruangan kami dengan sangat indah, Kau dapat melihatnya kan?”

“Mereka suka bertemu denganku” jawabku
“Apakah mereka suka bertemu dengan-Ku?” tanya-Nya

“Mereka suka kok datang ke sekolah minggu” jawabku
“Apakah mereka suka datang ke hadirat-Ku?” tanya-Nya lagi

“Mereka melakukan perintahku” jawabku
“Apakah mereka melakukan kehendak-Ku” tanya-Nya

“Aku mempercayakan mereka ke tanganmu..
Apakah mereka sudah mengenal-Ku?
Sampai saat ini, aku belum menemukan nama mereka di Buku Kehidupan”

Aku terdiam tak tahu harus jawab apa…
Mengapa segalanya jadi terasa sia-sia
Apakah aku memperjuangkan sesuatu yang salah?

Ah, seandainya waktu bisa diulang…

Ada perbedaan antara “mengajar anak tentang Tuhan” dengan “mengajar anak untuk mengenal Tuhan”. Sebuah konsep ‘tahu’ dan ‘kenal’ yang sudah lama dibicarakan oleh kita, pengajar.

Memastikan anak-anak kita datang ke sekolah minggu seminggu sekali tidak menjamin bahwa mereka mengenal Tuhan. Padahal, ‘membuat mereka mengenal Tuhan’ adalah misi utama kita sebagai guru sekolah minggu. Kesalahan terbesar kita sebagai guru sekolah minggu adalah lupa tujuan utama kita sebagai pembina anak. Tujuan kita perlahan-lahan bergeser,… dari “mengenalkan Tuhan pada anak” menjadi “memastikan anak datang ke sekolah minggu”.

Untuk memastikan mereka datang setiap minggu ke Sekolah Minggu kita kemudian sibuk dengan kupon, sticker, dan hadiah. Guru Sekolah Minggu menghabiskan waktunya mengguntingi kupon atau menyiapkan hadiah yang dapat ditukar dengan kupon kehadiran tersebut. Saking sibuknya sampai lupa tujuan semula: mengenalkan Kristus kepada anak. Hadiah dipikirkan, sementara kurikulum dilupakan!

Konsep ‘Tuhan’ merupakan konsep utama yang harus didahulukan di Sekolah Minggu, dilanjutkan mengenai ‘mengenal Tuhan dalam kehidupan sehari-hari’. Mulai Senin besok saya akan mengajak kita semua, para Guru Sekolah Minggu untuk belajar membuat sebuah kurikulum yang akan memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak kita.

Hari ini, cukuplah renungkan doa di atas… Apakah kita mengajak anak kepada Tuhan, atau sekedar datang ke Sekolah Minggu…

Categories: sekolah minggu | Leave a comment

Mengajar Kelas dengan Usia Campur

Dear Warrior,

Banyak pertanyaan kepada kami mengenai “bagaimana mengajar kelas Sekolah Minggu dengan usia anak bervariasi (campur dari segala usia)”. Untuk sekolah minggu yang jumlah anaknya banyak, biasanya dengan mudah kita membagi mereka ke dalam beberapa kategori, baik usia maupun kelas di sekolah. Namun sulit sekali membagi kelas jika jumlah anak-anak di sekolah minggu sangat  sedikit (kurang dari 20 orang). Apalagi jika guru yang mengajar jumlahnya terbatas.

Kami di Menara Ministries juga memiliki sebuah kelas dengan usia bervariasi (karena kami membina mereka dalam bentuk musik kelompok). Masalah yang sering dihadapi guru dalam kelas campuran adalah anak-anak besar yang merasa malu berada sekelas dengan anak-anak yang lebih kecil. Pada akhirnya mereka mengambil sikap tidak peduli atau bahkan mengacau.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika memiliki kelas Sekolah Minggu campuran:

Jadikan anak yang lebih besar sebagai partner Anda
Anda tidak perlu mengistimewakan mereka berlebihan. Buatlah kelompok-kelompok kecil, dan jadikan anak-anak yang lebih besar sebagai ketua kelompok. Beri mereka tanggungjawab untuk menjadi teladan dan membantu Anda menertibkan adik-adik mereka yang lebih kecil. Buat mereka berkompetisi secara sehat di kelas (dengan kelompok lain yang juga dipimpin oleh anak-anak yang lebih besar)

Minta bantuan mereka untuk membaca Alkitab, atau menjadi contoh
Anak-anak yang lebih besar suka membaca keras. Ketika Anda membutuhkan seseorang untuk membaca Alkitab, minta anak-anak yang lebih besar membacanya. Ini juga akan memotivasi anak-anak yang lebih kecil untuk dapat membaca Alkitab keras ketika mereka sudah lebih besar.

Beri proyek khusus untuk anak yang lebih besar
Anda bisa memberi mereka tugas-tugas khusus seperti mempersiapkan ruangan, menyiapkan alat musik, membantu Anda dengan alat-alat peraga, dll.. Ini bisa membangkitkan kualitas kepemimpinan dalam diri mereka. Hanya saja yang perlu diperhatikan!! Jangan memberikan tugas yang membuat mereka melewatkan bagian terpenting dalam ibadah (seperti mengoperasikan multimedia, main musik, dll)

Gunakan materi interaktif
Agar semua anak bisa mengerti materi yang Anda sampaikan, perbanyak materi interaktif seperti menonton film, panggung boneka, role playing, dan materi-materi lain yang disukai anak – anak segala usia.

Pertimbangkan rentang waktu memperhatikan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa rentang perhatian anak adalah satu menit lebih lama dari usianya. Sebagai contoh, seorang anak berusia 5 tahun memiliki rentang perhatian (terus menerus) selama 6 menit saja. Rencanakan setiap materi dengan baik. Gunakan batasan anak termuda, namun bukan untuk menghentikan pelajaran, tapi mengambil jeda setiap beberapa menit.

Tetapkan aturan dan struktur liturgi yang jelas
Anak kelas kecil membutuhkan struktur acara yang jelas. Jangan membuat mereka bingung sehingga akhirnya mengacaukan jalannya kelas Sekolah Minggu Anda. Lakukan setiap tata cara ibadah dengan rutin : doa pembuka, ice breaker, pujian, firman, kelompok kecil,… atau tergantung gereja Anda. Ini akan sangat membantu Anda dalam peralihan dari satu acara ke acara lain.

 

Warrior,

Sama seperti guru sekolah, Anda juga adalah pahlawan yang bertugas mencerdaskan setiap anak yang Tuhan percayakan. Jangan melakukan setiap persiapan dengan sembarangan, khususnya jika Anda berada dalam kelas campuran. Rencanakan dengan matang setiap detik waktu mengajar Anda. Rencanakan dengan matang setiap kata yang akan Anda ucapkan.

Akhir kata, Tuhan memberkatimu, wahai Pahlawan yang Gagah Berani… Selamat melayani, Tuhan memberkati!

Categories: tips guru sekolah minggu | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Anak Indonesia Bisa – Report

IMG-20130914-00501

Ibadah Bersama Pelajar Kristen SD Negeri 2013 telah terselenggara dengan baik hari Sabtu kemarin. Dihadiri tidak kurang dari 700 anak yang pulang dengan bertekad menjadi anak-anak terang di Indonesia yang mampu menjaga sikap, bertanggungjawab atas lingkungan dan siap selalu berdoa untuk bangsanya.

Anak-anak datang dengan menggunakan 51 angkot dari berbagai penjuru kota Bandung: Ujung Berung, Cijerah, Cimahi, Dayeuh Kolot, Kopo, Soreang, Rancaekek, Antapani, Arcamanik, Sumber Sari dan beberapa titik di Kota Bandung.

Pada acara kali ini, Menara Ministries kedatangan team tamu dari Superbook yang ikut mendokumentasikan acara ini. Mereka hadir untuk berbagi mengenai tontonan terbaru SUPERBOOK yang akan tayang di MNC TV tiap Sabtu jam 06.30 pagi.

Tahun ini, anak-anak yang hadir mengikuti setiap acara dengan sangat antusias dan tertib dari awal sampai akhir. Dengan setia dan penuh perhatian mereka mengikuti acara dan tidak hilir mudik seperti yang biasa dilakukan anak-anak seusia mereka.

Kakak-kakak Usher yang merupakan gabungan dari beberapa gereja dan mengenakan seragam kuning-hijau ala Menara Ministries melayani dengan sangat luar biasa. Kali ini tim Usher terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang lebih kecil berjaga di luar dan bertugas menyambut setiap anak yang hadir. Mereka yang dikepalai Kak Fera (GKPB Fajar Pengharapan) dan Kak Maria (GIA Budiman) benar-benar merupakan tim kompak yang ceria, menebarkan sukacita sejak anak-anak menginjakkan kaki di lokasi ibadah.

Kelompok yang lebih besar berjaga di dalam, menerima anak-anak dari Usher Luar dan bertugas mengantar anak hingga siap ibadah. Usher dalam yang diketuai Kak Linda (GKI Anugerah) dan Kak Elisabeth (GBI Agape) merupakan tim kompak yang berwibawa namun ramah, memastikan setiap anak melepas sepatu dan memasukkannya ke kresek, mendapat makan siang, dan menyelesaikan makan dengan baik.

Oya, ada satu kelompok Usher dadakan yang dikepalai Om David dari GIA Budiman, usher yang bertugas mengatur barisan anak-anak. Tim ini tenang namun tegas, memastikan setiap anak berbaris dengan rapi dan lurus dari baris depan hingga belakang.

Pokoknya, angkat seribu jempol untuk kakak-kakak usher yang luar biasa kompak, ramah, tegas dan ceria ini.

Selain tim usher, ada para tante hebat yang mengatur konsumsi dan hadiah untuk anak-anak. Para tante yang dikepalai Tante Maria (GIA Lengkong Besar) dan Tante Grace (GIA Lengkong Besar) ini terlihat tidak pernah berhenti membuka dan membagikan bungkusan konsumsi, baik kepada anak, guru pendamping, kakak pembina dan supir angkot. LUAR BIASA!!

Di barisan depan acara ada Kak Yovita dan Kak Meidy yang memimpin acara dengan luar biasa dari ibadah 1 hingga ibadah 2. Mereka merupakan pasangan kompak yang dapat menebarkan keceriaan kepada anak-anak, ditambah Kak Ivan (GEIS)  yang bergabung pada ibadah kedua. Mereka berdua memimpin pujian dengan sangat bersemangat didukung oleh tim musik yang dipimpin oleh Kak Teguh dan tim Singer yang membanggakan dari MENARA Singers. Jangan lupa ada TIMO yang kembali hadir memeriahkan acara, dimainkan dengan luar biasa oleh pembina anak  yang juga luar biasa: Ko Peter.

Setelah pujian yang luar biasa, anak-anak kemudian menyaksikan SUPERBOOK episode Melawan Raksasa. Anak-anak belajar bahwa Tidak ada yang tidak dapat dilakukan anak kecil jika ia bersama Tuhan. Kak Greissia kemudian membawakan kesimpulan Firman dan menantang anak-anak untuk (1) Menerima Yesus, (2) Menjaga sikap sebagai terang dunia) dan (3) Peduli pada negara Indonesia.

Setelah firman, anak-anak kemudian melakukan hal besar… Mereka berdoa bagi Bangsa Indonesia diiringi lagu TUHAN PULIHKAN yang diawali oleh duet Kak Clift (GIA Lengkong Besar) dan Kak Lisda (GKPB Fajar Pengharapan). SIapa bilang anak-anak tidak bisa serius ketika berdoa. Para pelajar Kristen SDN di ibadah pertama dan Pelajar Kristen sekolah Kristen di ibadah dua membuktikan sebaliknya. Mereka begitu sungguh-sungguh saat berdoa untuk bangsa dan negara mereka…

Walau acara ini hanya berdurasi 2 jam, namun kakak-kakak dari Menara Ministries berharap adik-adik yang hadir dapat diingatkan kembali dan terus mengingat tugas dan tanggungjawab mereka sebagai TERANG DUNIA yang Tuhan tempatkan di INDONESIA. AMIN!

Acara berikutnya yang akan diadakan oleh Menara Ministries adalah SHAPING THE ARROW 2, pada 12 Oktober 2013 nanti. Kami bertekad untuk memperlengkapi guru-guru sekolah minggu yang Tuhan kasihi. Bukan untuk mereka…tapi untuk anak-anak yang Tuhan percayakan kepada mereka, demi generasi yang akan bertanggungjawab atas bangsa ini 20 tahun yang akan datang. Jangan sampai ada generasi yang terhilang!!

Categories: Event | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Tips untuk mengajar di hari pertama

Warrior,

Ini adalah artikel pertama dari Menara Ministries untuk Anda. Sebuah tips untuk Anda yang baru pertama kali mengajar Sekolah Minggu. Tips ini juga mungkin dapat berguna jika Anda adalah seorang guru di sekolah.

Luangkan waktu untuk merencanakan dengan hati-hati apa yang akan Anda lakukan pada hari pertama untuk memastikan bahwa siswa mengerti apa yang Anda sampaikan sesuai harapan Anda. Jika Anda ingin berhasil menjadi seorang Guru Sekolah Minggu, mulailah dengan keberhasilan di hari pertama. Jika Anda ingin disukai oleh siswa Anda, berusahalah sejak pertemuan pertama. Jika Anda ingin efektif mengajar anak, berusahalah sejak pertemuan pertama. Tidak ada alasan, “tidak apalah, ini kan baru pertama kalinya”

Berikut adalah beberapa tips bagi Anda yang akan mengajar di hari pertama:

Tiba lebih awal .

Mengobrollah dengan siswa yang sudah hadir sebelum kelas dimulai . Hal ini akan membuat siswa merasa dekat dengan Anda dan akan membuat mereka lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kelas Anda. Tiba lebih awal juga memungkinkan Anda untuk memastikan bahwa ruangan dan seluruh peralatan yang Anda butuhkan siap. Penting juga bagi Anda untuk mengadakan survey satu minggu sebelum Anda mengajar untuk memeriksa pengaturan tempat duduk, melihat bagaimana peralatan bekerja, dan tidak kalah pentingnya, untuk memastikan Anda tahu di mana kelas Anda.

Perkenalkan diri Anda

Awali kelas dengan memperkenalkan nama dan siapa Anda. Kenalkan dengan jelas dan seperlunya saja. Sebutkan bagaimana Anda ingin dipanggil (dengan sebutan tante, kakak, dll). Berusahalah juga untuk mengenal anak-anak yang Anda akan ajar. Berusahalah untuk secepat mungkin menghafal nama mereka dan sebutkan nama mereka ketika Anda bertanya atau meminta respon.

Tunjukkan otoritas dan tetapkan aturan yang jelas

Rasa putus asa guru di hari pertama biasanya disebabkan karena anak-anak tidak menghargainya, menjawab sembarangan terhadap pertanyaannya dan menunjukkan tatapan tidak tertarik. Penting sekali bagi Anda untuk menunjukkan bahwa Anda guru yang bisa diandalkan. Mulailah dengan memberitahu mereka harapan Anda dan aturan yang Anda miliki, misalkan: anak harus mengangkat tangan ketika akan bertanya atau menjawab, anak harus duduk tegak, cara duduk anak, dll.

Ketika Anda ingin bercanda, pastikan candaan tersebut berhubungan dengan materi Anda dan pastikan Anda tahu kapan menghentikan anak tertawa dengan cara yang tepat.

Timbulkan minat anak

Hari pertama yang sukses akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan Anda sebagai guru atau guru sekolah minggu. Mulailah dengan sebuah aktivitas yang menarik minat anak. Anda bisa memulainya dengan ice breaker singkat yang menyenangkan, atau pertanyaan yang memancing perhatian, atau kegiatan yang membangkitkan penasaran anak. Kaitkan materi ajar Anda dengan hal-hal praktis dalam keseharian anak atau masalah yang biasa mereka hadapi. Jangan menggunakan kalimat negatif seperti “kok lemes banget sih” atau “kalian gak bisa ya?”, tapi gunakan penguatan positif seperti “kalian pasti bisa lebih semangat dari ini”.

Gunakan gaya mengajar yang berbeda sekaligus.

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menangkap dan menyampaikan informasi. Anak-anak memiliki gaya berbeda dalam menangkap informasi, dan Anda sebagai guru memiliki gaya berbeda dalam menyampaikan informasi. Guru yang baik adalah mereka yang dapat menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya belajar anak-anak yang ada di kelasnya. Ingat, tujuan utama yang harus dicapai adalah anak mengerti apa yang Anda ajarkan. Agar mereka mengerti, Anda harus memahami bagaimana mereka belajar dan memfasilitasinya dengan gaya mengajar yang tepat.

Beri kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi 

Kelas yang menarik bagi seorang siswa adalah kelas yang interaktif. Libatkan siswa dengan memberinya pertanyaan atau meminta mereka bertanya, atau Anda dapat meminta mereka bersama-sama melakukan sesuatu atau mengulangi sebuah kalimat yang Anda ucapkan.

 

Nah, apakah Anda siap dengan kelas pertama Anda? Selamat mengajar, ya pahlawan yang gagah berani…. GOD bless you!!

Categories: Untuk Guru Sekolah Minggu | Tags: , , , | Leave a comment

Saatnya Olahraga Iman dimulai (Lagi)

From Greissia’s Desk

Sepanjang seminggu ini kami memulai Olahraga iman kami yang kesekian kalinya. Jika sebelumnya kami memulai dari sebulan sebelumnya, tahun ini kami memulainya dari dua minggu sebelumnya. Alasannya? Waktu jeda yang terlalu lama malah akan membuat (kebanyakan) kepala sekolah menunda membagikan undangan dengan alasan “masih lama” dan akhirnya kami tetap harus kembali lagi dua minggu sesudahnya untuk mengingatkan mereka.

Perjalanan kali ini dimulai dari daerah Ujung berung, dilanjutkan dengan Dayeuh Kolot, Kopo, Melong Cijerah, Cikutra, Antapani, Arcamanik dan (senin depan) Ciumbuleuit. Total anak yang sudah terjangkau hingga saat ini 1000 anak (namun kami tetap akan menambahkan untuk daerah Ciumbuleuit dan pusat kota Bandung minggu depan).  Tahun ini kami juga bekerjasama dengan beberapa gereja yang memiliki anak sekolah minggu yang sekolah di Sekolah Dasar Negeri.

Hal yang paling melegakan dan membuat kami bersyukur di hari-hari ini adalah ketika kami menerima telepon dari beberapa orangtua murid yang secara tidak langsung menginformasikan kepada saya bahwa surat dan undangan sudah dibagikan.

Banyak orang bertanya untuk apa kami mengadakan acara seperti ini…? Kami kerap mengadakan acara seperti ini dengan beberapa tujuan:

  1. Mengingatkan kembali setiap pelajar Kristen SD Negeri bahwa mereka tidak sendiri dan bahwa Tuhan Yesus mengasihi mereka
  2. Mengingatkan kembali setiap pelajar Kristen SD Negeri bahwa mereka diutus Tuhan untuk menjadi terang-terang kecil di lingkungan sekolah mereka
  3. Mengingatkan kembali setiap pelajar Kristen SD Negeri bahwa hidup mereka berharga di mata Tuhan.

Orang juga berkata kepada saya, “apakah kamu tidak cape melakukan semua ini?”. Saudara, rasa lelah tidak akan ada artinya ketika kita melihat harapan yang ada di depan, bukan? Bukankah setiap jiwa kecil ini sungguh berharga bagi Tuhan?

Acara “Anak Indonesia Bisa” tinggal seminggu lagi. Kami terus meminta Anda untuk mengingat kami dalam doa-doa Saudara. Begitu banyak tuaian, tapi pekerja sedikit. Dibutuhkan investasi untuk mendapatkan pengembalian yang besar. Ini investasi yang bisa saya lakukan. Saudara juga bisa menginvestasikan waktu Saudara untuk berdoa bagi anak-anak ini. Please keep praying for us!!

 

Categories: From Greissia's Desk | Leave a comment

Shaping the Arrow

Acara Training dan Workshop khusus Pembina Anak “Shaping the Arrow” sudah akan memasuki minggu ke tiga. Dalam ‘Shaping the Arrow” basic training ini, para pembina anak belajar mengenai

  1. Konsep dasar Pelayanan Anak
  2. Management Kelas dengan Gaya Belajar
  3. Panggung Boneka Interaktif
  4. Pujian dan Penyembahan dalam Ibadah Anak
  5. Teknik Vokal untuk Guru Sekolah Minggu
  6. Menyusun Program Sekolah MInggu yang DInamis

Enam materi tersebut memperlengkapi guru sekolah minggu (dan gereja) untuk memulai sebuah Sekolah Minggu yang efektif.

Shaping the Arrow akan dibuat bertahap selama tahun 2014 dengan materi yang berbeda-beda, semakin menarik dan tentu saja bermanfaat bagi para pembina anak.

Shaping the Arrow akan dibagi menjadi 4 tahap:

  1. Shafted Arrow – Bicara tentang bagaimana kita sebagai pembina mengenal anak-anak yang Tuhan percayakan pada kita
  2. Fletched Arrow – Bicara tentang pembinaan karakter di Sekolah Minggu
  3. Arrow Point – Bicara tentang bagaimana kita membantu anak mengenal tujuan hidupnya
  4. Nocked Arrow – Bicara tentang bagaimana menjalin hubungan dengan anak dan orangtua

Program detil dari “Shaping the Arrow 1 – IV”dapat Anda ketahui kemudian di web ini.

Untuk tetap menjalin kerjasama dan fellowship antar Guru Sekolah Minggu, kita akan tetap mengadakan Shaping the Arrow Basic Training 2 dan 3 di bulan Oktober dan November nanti.

Shaping the Arrow basic training II akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2013 dengan materi:

  1. SMART TEACHING oleh Yoanna Greissia, ST., MM
  2. CREATIVE TEACHING oleh Igrea Siswanto

Pendaftaran akan dibuka mulai 7 September 2013 di counter Menara MInistries pada pertemuan terakhir “Shaping the Arrow” Basic training.

Categories: Event | Tags: , , , , , | 1 Comment

Ketika semua untuk Tuhan

From Yoanna Greissia’s Desk

 

Seperti biasa. saat-saat menjelang ibadah bersama Pelajar Sekolah Dasar Negeri adalah saat-saat yang membuat saya gelisah tak karuan. Bagi saya ini semacam olahraga iman. Ketika saya harus menempatkan iman dan usaha saya sesuai porsinya. Di satu pihak saya harus berusaha mati-matian (tidak mungkin saya diam saja berharap anak-anak SDN itu tahu dengan sendirinya kan?), di pihak lain saya harus memiliki cukup iman bahwa surat-surat undangan akan tiba di anak-anak dengan tepat waktu, dana akan tercukupi, dan semuanya beres (keamanan, ketertiban acara, dll).

Hari ini cukup merupakan hari yang mencengangkan bagi saya. Dalam saat teduh saya tadi pagi saya berusaha memeriksa hati saya dan berbisik pada Tuhan bahwa betapa saya mengasihi-Nya dan ingin mempersembahkan semua yang saya lakukan untuk-Nya. Bahwa apa yang kami kerjakan, dana yang kami kumpulkan, keringat yang kami keluarkan tidak cukup banyak untuk membalas apa yang sudah Dia lakukan pada kami.  Seperti biasa sekali lagi saya menyerah pada Tuhan, “Ini acara-Mu, kami hanya dapat melakukan bagian kami, yang sangat kecil, untuk acara ini”.

Tidak menunggu lama ketika saya mendapat beberapa kabar mengejutkan sekaligus. Donasi dari seorang sahabat (yang langsung menutup kebutuhan dana untuk angkot kami), surat balasan bahwa kami diijinkan berbagi visi di salah satu gereja untuk minggu ini, pemesanan angkot sudah beres, bukankah ini semacam “pelukan hangat saat udara dingin”?

Kami memang masih membutuhkan dana untuk souvenir anak-anak dan beberapa kebutuhan lainnya. Tapi ketika ‘restu Tuhan’ sudah kami dapatkan, dan ketika Dia sudah mulai bekerja, bukankah Dia akan menyelesaikannya dengan gemilang? Kami akan mulai gerilya kami besok. Kami berdoa agar Tuhan menyertai kami seperti Dia menyertai Gideon saat melawan bangsa Midian.

Ya…beberapa hari ini bahan diskusi kami di Menara Ministries adalah mengenai Gideon. Gideon diutus Tuhan memimpin bangsa Israel untuk melawan bangsa MIdian yang selama ini berkemah di sekeliling bangsa Israel, memusnahkan hasil panen, dan meninggalkan bangsa Israel dalam keadaan melarat dan kelaparan. Memang, hal ini terjadi karena bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Namun ketika mereka bertobat, Tuhan langsung menyusun rencana.

Ada dua hal yang rupanya penting bagi Tuhan ketika Dia memimpin bangsanya untuk berperang. Pertama, masalah IMAN pada Tuhan. Ketika bangsa Israel tahu bahwa Tuhan mengutus Gideon, 32.000 orang menyatakan kesediaannya untuk berperang bersama Gideon. Namun Tuhan tahu bahwa dari 32.000 orang itu, tidak semuanya benar-benar percaya bahwa Tuhan sanggup. Ia menyuruh Gideon memulangkan mereka yang masih takut. Lebih dari setengahnya, 22.000 orang pulang karena ternyata tidak memiliki IMAN yang cukup. Tidak boleh ada keraguan sedikitpun, tidak boleh ada ketakutan sedikitpun ketika kita bekerja bersama Tuhan.

Tuhan masih melihat bahwa ada yang kurang dari 10.000 orang yang masih bersama dengan Gideon. Maka ia menyuruh Gideon untuk meminta mereka semua minum. Ada 300 orang minum dengan etika yang benar dan ada 1700 orang minum, menurut Alkitab, seperti anjing. Hal kedua yang penting bagi Tuhan adalah SIKAP dan ETIKA.  Tiga ratus orang itu minum dengan sabar, tidak serakah, tidak terburu-buru, tahu kodratnya sebagai manusia, sementara 1700 lainnya minum dengan rakus seperti anjing.

Apa yang terjadi setelah itu? Tiga ratus orang itu tidak berperang, Tuhan yang berperang. Tiga ratus orang yang beriman dan berkarakter itu tetap melakukan bagiannya: meniup sangkakala dan memecahkan buyung. Dapatkah Anda bayangkan jika mereka yang kurang iman disuruh meniup sangkakala? Mereka akan menjawab, “apakah ini lelucon?”. Dapatkah Anda membayangkan jika mereka yang rakus dan tidak sabaran disuruh memecahkan buyung? Mungkin terjadi atraksi lempar-lemparan buyung yang terbesar yang pernah terjadi.

Saya akan memulainya dengan berdoa dan memeriksa hati saya, “Apakah iman saya cukup? Apakah saya mempercayai Tuhan sepenuhnya?”. Saya berdoa dan memeriksa diri saya, “Apakah motivasi saya benar? Apakah saya memiliki ‘etika berperang’ ala Tuhan?”. Saya akan melanjutkannya dengan mempersilahkan Tuhan yang berperang.

Saudara, tolong ingatlah kami dalam doa-doa Saudara. Ada 1000 anak yang jika kita menangani mereka dengan benar, dapat menjadi terang-terang kecil di lingkungan mereka, dan siapa yang tahu jadi apa mereka kelak? Perlu ada yang campur tangan agar mereka jadi seperti yang Tuhan inginkan. Kami benar-benar membutuhkan doa dan keterlibatan Saudara. Tolong ingat kami dalam doa-doa Saudara!

 

Categories: From Greissia's Desk | Leave a comment

Blog at WordPress.com.